Hiperemesis Gravidarum
Hiperemesis gravidarum adalah vomitus (muntah) yang berlebihan atau tidak terkendali selama masa hamil, yang menyebabkan dehidrasi, ketidakseimbangan elektrolit, atau defisiensi nutrisi, dan kehilangan berat badan. (Lowdermilk, 2004)
Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain yang ditemukan adalah sebagai berikut:
1. Faktor predisposisi:
A.Primigravida
B.Overdistensi rahim: hidramnion, kehamilan ganda, estrogen dan HCG tinggi, mola hidatidosa.
2. Faktor organik:
A.Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal
B.Perubahan metabolik akibat hamil
C.Resistensi yang menurun pada pihak ibu
DAlergi
3. Faktor psikologis:
A.Rumah tangga yang retak
B.Hamil yang tidak diinginkan
C.Takut terhadap kehamilan dan persalinan
D.Takut tanggug jawab sebagai ibu
E.Kehilangan pekerjaan
1.Hipermesis gravidarum dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena lemak yang tidak sempurna terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseton – asetik, asam hidroksi butirik dan aseton dalam darah.
2.Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan karena muntah menyebabkan dehidrasi sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Natrium dan khlorida darah dan khlorida air kemih turun. Selain itu juga dapat menyebabkan hemokonsentrasi sehingga aliran darah ke jantung.
3.Kekurangan kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal menambah frekuensi muntah-muntah lebih banyak, dapat merusak hati dan terjadilah lingkaran setan yang sulit dipatahkan.
4.Selain dehidrasi dan terganggunya keseimbangan elektrolit dapat terjadi robekan pada selaput lender esophagus dan lambung dengan akibat perdarahan gastro intestinal.
Tingkatan I
Muntah terus menerus sehingga menimbulkan:
Dehidrasi : turgor kulit menurun
Nafsu makan berkurang
Berat badan turun
Mata cekung dan lidah kering
Epigastrium nyeri karena asam lambung meningkat dan terjadi regurgitasi ke esophagus
Nadi meningkat dan tekanan darah turun
Frekuensi nadi sekitar 100 kali/menit
Tampak lemah dan lemas
Tingkatan II
Dehidrasi semakin meningkat akibatnya:
Turgor kulit makin turun
Lidah kering dan kotor
Mata tampak cekung dan sedikit ikterus
Kardiovaskuler
1. Frekuensi nadi semakin cepat > 100 kali/menit.
2. Nadi kecil karena volume darah berkurang.
3. Suhu badan meningkat
4. Tekanan darah turun.
Liver : Fungsi hati terganggu sehingga menimbulkan ikterus
- Oliguria
- Anuria
- Terdapat timbunan benda keton aseton. Aseton dapat tercium dalam hawa pernafasan.
Kadang-kadang muntah bercampur darah akibat rupture esophagus dan pecahnya mukosa lambung pada sindrom Mallory weiss.
Tingkatan III
1.Keadaan umum lebih parah
2.Muntah berhenti
3.Sindrom Mallory weiss
4.Kesadaran makin menurun sehingga mencapai somnolen atau koma.
5.Terdapat ensefalopati werniche
A.Nistagmus
B.Diplopia
C.Gangguan mental
D.Kardiovaskuler: Nadi kecil, tekanan darah menurun, dan temperature meningkat.
6. Gastrointestinal
7. Ikterus semakin berat. Terdapat timbunan aseton yang makin tinggi dengan bau yang makin tajam
8. Ginjal. Oliguria semakin parah dan menjadi anuria
Namun demikian harus dipikirkan kehamilan muda dengan penyakit pielonefritis, hepatitis, ulkus ventrikuli dan tumor serebri yang dapat pula memberikan gejala muntah.
1.Memberikan penerangan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik.
2.Memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan.
3.Menganjurkan mengubah makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tapi sering.\
4.Menganjurkan pada waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, terlebih dahulu makan roti kering atau biscuit dengan the hangat.
5.Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan.
6.Makanan seyogyanya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.
7.Defekasi teratur.
8.Menghindari kekurangan karbohidrat merupakan faktor penting, dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula.
B.Vitamin : Vitamin B1 dan B6 atau B kompleks
C.Anti histamine : Dramamin, avomin
D.Anti emetik / anti muntah (pada keadaan lebih berat) : Disiklomin hidrokhloride atau khlorpromasin
Penanganan hiperemesis gravidarum yang lebih berat perlu dikelola di rumah sakit.
B.Catat cairan yang keluar masuk
C.Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam kamar penderita, sampai muntah berhenti dan penderita mau makan.
D.Tidak diberikan makanan/minuman selama 24 jam.
Kadang-kadang dengan isolasi saja gejala-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.
B.Hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan.
C.Kurangi pekerjaan serta menghilangkan masalah dan konflik.
B.Dapat ditambah kalium dan vitamin (vitamin B kompleks, vitamin C).
C.Bila kekurangan protein dapat diberikan asam amino secara intravena.
D.Bila dalam 24 jam penderita tidak muntah dan keadaan umum membaik dapat diberikan minuman dan lambat laun makanan yang tidak cair.
Dengan penanganan diatas, pada umumnya gejala-gejala hiperemesis gravidarum akan berkurang dan keadaan akan bertambah baik.
Etiologi
Penyebab hiperemesis gravidarum belum diketahui secara pasti. Tidak ada bukti bahwa penyakit ini disebabkan oleh factor toksik, juga tidak ditemukan kelainan biokimia. Perubahan-perubahan anatomik pada otak, jantung, hati dan susunan saraf, disebabkan oleh kekurangan vitamin serta zat-zat lain akibat nutrisi kurang.Beberapa faktor predisposisi dan faktor lain yang ditemukan adalah sebagai berikut:
1. Faktor predisposisi:
A.Primigravida
B.Overdistensi rahim: hidramnion, kehamilan ganda, estrogen dan HCG tinggi, mola hidatidosa.
2. Faktor organik:
A.Masuknya vili khorialis dalam sirkulasi maternal
B.Perubahan metabolik akibat hamil
C.Resistensi yang menurun pada pihak ibu
DAlergi
3. Faktor psikologis:
A.Rumah tangga yang retak
B.Hamil yang tidak diinginkan
C.Takut terhadap kehamilan dan persalinan
D.Takut tanggug jawab sebagai ibu
E.Kehilangan pekerjaan
Patofisiologi
Hiperemesis gravidarum yang merupakan komplikasi mual ibu hamil dan biasa terjadi pada ibu hamil muda bila terjadi terus menerus dapat menyebabkan dehidrasi dan tidak imbangnya elektrolit dengan alkalosis hipokloremik.1.Hipermesis gravidarum dapat mengakibatkan cadangan karbohidrat dan lemak habis terpakai untuk keperluan energi. Karena lemak yang tidak sempurna terjadilah ketosis dengan tertimbunnya asam aseton – asetik, asam hidroksi butirik dan aseton dalam darah.
2.Kekurangan cairan yang diminum dan kehilangan karena muntah menyebabkan dehidrasi sehingga cairan ekstraseluler dan plasma berkurang. Natrium dan khlorida darah dan khlorida air kemih turun. Selain itu juga dapat menyebabkan hemokonsentrasi sehingga aliran darah ke jantung.
3.Kekurangan kalium sebagai akibat dari muntah dan bertambahnya ekskresi lewat ginjal menambah frekuensi muntah-muntah lebih banyak, dapat merusak hati dan terjadilah lingkaran setan yang sulit dipatahkan.
4.Selain dehidrasi dan terganggunya keseimbangan elektrolit dapat terjadi robekan pada selaput lender esophagus dan lambung dengan akibat perdarahan gastro intestinal.
Gejala Hiperemesis Gravidarum
Batas jelas antara mual yang masih fisiologik dalam kehamilan dengan hiperemesis gravidarum tidak ada, tetapi bila keadaan umum penderita terpengaruh, sebaiknya ini dianggap sebagai hiperemesis gravidarum. Hiperemesis gravidarum menurut berat ringannya gejala dapat dibagi:Tingkatan I
Muntah terus menerus sehingga menimbulkan:
Dehidrasi : turgor kulit menurun
Nafsu makan berkurang
Berat badan turun
Mata cekung dan lidah kering
Epigastrium nyeri karena asam lambung meningkat dan terjadi regurgitasi ke esophagus
Nadi meningkat dan tekanan darah turun
Frekuensi nadi sekitar 100 kali/menit
Tampak lemah dan lemas
Tingkatan II
Dehidrasi semakin meningkat akibatnya:
Turgor kulit makin turun
Lidah kering dan kotor
Mata tampak cekung dan sedikit ikterus
Kardiovaskuler
1. Frekuensi nadi semakin cepat > 100 kali/menit.
2. Nadi kecil karena volume darah berkurang.
3. Suhu badan meningkat
4. Tekanan darah turun.
Liver : Fungsi hati terganggu sehingga menimbulkan ikterus
Ginjal
Dehidarsi menimbulkan gangguan fungsi ginjal yang menyebabkan:- Oliguria
- Anuria
- Terdapat timbunan benda keton aseton. Aseton dapat tercium dalam hawa pernafasan.
Kadang-kadang muntah bercampur darah akibat rupture esophagus dan pecahnya mukosa lambung pada sindrom Mallory weiss.
Tingkatan III
1.Keadaan umum lebih parah
2.Muntah berhenti
3.Sindrom Mallory weiss
4.Kesadaran makin menurun sehingga mencapai somnolen atau koma.
5.Terdapat ensefalopati werniche
A.Nistagmus
B.Diplopia
C.Gangguan mental
D.Kardiovaskuler: Nadi kecil, tekanan darah menurun, dan temperature meningkat.
6. Gastrointestinal
7. Ikterus semakin berat. Terdapat timbunan aseton yang makin tinggi dengan bau yang makin tajam
8. Ginjal. Oliguria semakin parah dan menjadi anuria
Diagnosis
Diagnosis hiperemesis gravidarum biasanya tidak sukar. Harus ditentukan adanya kehamilan muda dan muntah terus menerus, sehingga mempengaruhi keadaaan umum.Namun demikian harus dipikirkan kehamilan muda dengan penyakit pielonefritis, hepatitis, ulkus ventrikuli dan tumor serebri yang dapat pula memberikan gejala muntah.
Mengatasi Mual Saat Hamil
Prinsip mengatasi mual saat hamil adalah mengobati emesis agar tidak terjadi hiperemesis gravidarum dengan cara:1.Memberikan penerangan tentang kehamilan dan persalinan sebagai suatu proses yang fisiologik.
2.Memberikan keyakinan bahwa mual dan kadang-kadang muntah merupakan gejala yang fisiologik pada kehamilan muda dan akan hilang setelah kehamilan 4 bulan.
3.Menganjurkan mengubah makan sehari-hari dengan makanan dalam jumlah kecil tapi sering.\
4.Menganjurkan pada waktu bangun pagi jangan segera turun dari tempat tidur, terlebih dahulu makan roti kering atau biscuit dengan the hangat.
5.Makanan yang berminyak dan berbau lemak sebaiknya dihindarkan.
6.Makanan seyogyanya disajikan dalam keadaan panas atau sangat dingin.
7.Defekasi teratur.
8.Menghindari kekurangan karbohidrat merupakan faktor penting, dianjurkan makanan yang banyak mengandung gula.
Penatalaksanaan
Apabila dengan cara diatas keluhan ibu hamil dan gejala tidak berkurang maka diperlukan:1. Obat-obatan
A.Sedativa : PhenobarbitalB.Vitamin : Vitamin B1 dan B6 atau B kompleks
C.Anti histamine : Dramamin, avomin
D.Anti emetik / anti muntah (pada keadaan lebih berat) : Disiklomin hidrokhloride atau khlorpromasin
Penanganan hiperemesis gravidarum yang lebih berat perlu dikelola di rumah sakit.
2. Isolasi
A.Penderita disendirikan dalam kamar yang tenang, tetapi cerah dan peredaran udara yang baik.B.Catat cairan yang keluar masuk
C.Hanya dokter dan perawat yang boleh masuk ke dalam kamar penderita, sampai muntah berhenti dan penderita mau makan.
D.Tidak diberikan makanan/minuman selama 24 jam.
Kadang-kadang dengan isolasi saja gejala-gejala akan berkurang atau hilang tanpa pengobatan.
3. Terapi Psikologik
A.Perlu diyakinkan kepada ibu hamil bahwa penyakit dapat disembuhkan.B.Hilangkan rasa takut oleh karena kehamilan.
C.Kurangi pekerjaan serta menghilangkan masalah dan konflik.
4. Cairan Parentral
A.Cairan yang cukup elektrolit, karbohidrat dan protein dengan glucose 5% dalam cairan fisiologis (2-3 liter/hari).B.Dapat ditambah kalium dan vitamin (vitamin B kompleks, vitamin C).
C.Bila kekurangan protein dapat diberikan asam amino secara intravena.
D.Bila dalam 24 jam penderita tidak muntah dan keadaan umum membaik dapat diberikan minuman dan lambat laun makanan yang tidak cair.
Dengan penanganan diatas, pada umumnya gejala-gejala hiperemesis gravidarum akan berkurang dan keadaan akan bertambah baik.

Komentar
Posting Komentar