Plasenta Previa

Perdarahan selama kehamilan (perdarahan antepartum) merupakan salah satu masalah yang dikhawatirkan ibu hamil. Perdarahan bisa terjadi saat awal kehamilan sehingga saat menjelang persalinan. Salah satu penyebab perdarahan yang membahayakan nyawa ibu hamil dan janin adalah perdarahan yang disebabkan kelainan letak ari-ari/plasenta.


Pada suatu keadaan dimana letak plasenta berada pada posisi yang tidak normal/menutupi jalan lahir (mulut rahim/serviks) pada segmen bawah rahim pada kehamilan lebih dari 20 minggu dinamakan plasenta previa.

Jenis

    1.Posisi plasenta previa dapat dibedakan menjadi 4, yaitu:
    2.Plasenta previa total: plasenta menutupi total jalan lahir.
    3.Plasenta previa parsial: plasenta menutupi sebagian mulut rahim.
    4.Plasenta marginalis: plasenta berada pada pinggir mulut rahim.
    5.Plasenta letak rendah: plasenta berada dekat mulut rahim.

Keluhan

Keluhan adanya plasenta previa yang biasanya muncul adalah:

    1.Perdarahan dari kemaluan yang tidak terasa nyeri.
    2.Darah berwarna merah segar.
    3.Perut tidak tegang, tidak ada kontraksi.
    4.Dan bila terjadi perdarahan banyak dapat menimbulkan syok dan anemia.

Penanganan

Apabial plasenta previa menutupi jalan lahir baik total maupun sebagian maka tindakan bedah sesar merupakan pilihan paling aman.

Jika plasenta tidak menutupi mulut rahim (plasenta marginalis atau letak rendah) maka persalinan pervaginam bisa dilakukan selama tidak ada perdarahan banyak saat persalinan.

Masalah yang sering terjadi adalah jika terjadi perdarahan saat janin belum cukup bulan ( 38 minggu) maka tindakan persalinan dapat dilakukan jika terjadi perdarahan berulang dan banyak.

Maka umumnya dokter akan memberikan obat pematangan paru bagi janin. Apabila perdarahan berhenti maka dapat dilakukan tindakan konservatif (persalinan ditunggu hingga janin cukup bulan).

Penyebab Plasenta Previa

Seorang ibu hamil terlihat cemas saat keluar dari ruang praktek dokter kandungannya. Ia divonis mengalami kelainan letak pada plasentanya, plasenta previa. Plasenta previa merupakan kondisi dimana plasenta menutupi jalan lahir.

Migrasi Plasenta

Apabila plasenta terlihat menutupi jalan lahir pada usia kehamilan muda (trimester pertama hingga awal trimester kedua) maka ada kemungkinan plasenta masih bisa bergeser/mengalami migrasi karena rahim semakin membesar.

Yang terjadi bukanlah plasenta yang bisa bergerak namun plasenta akan menjauhi mulut rahim/jalan lahir karena ukuran rahim yang membesar kearah atas.

Ibu tersebut walaupun sudah dijelaskan masih adanya kemungkinan bergesernya letak plasenta masih bertanya-tanya mengapa bisa terjadi plasenta previa pada dirinya.

Hingga saat ini belum diketahui secara pasti terjadinya plasenta previa. Kemungkinan disebabkan adanya bekas luka/skar pada selaput lender rahim/endometrium, plasenta yang besar atau kelainan bentuk rahim.

Faktor Resiko

Ada beberapa kondisi yang menjadi faktor resiko terjadinya plasenta previa, yaitu:

    1.Pernah melahirkan sebelumnya.
    2.Pernah operasi sesar.
    3.Pernah dilakukan kuretase atau operasi pada rahim (pengangkatan miom).
    4.Pernah mengalami plasenta previa sebelumnya.
    5.Usia 35 tahun keatas.
    6.Merokok.
    7.Etnis Asia.
    8.Saat ini mengalami hamil kembar.

Komplikasi Plasenta Previa

Komplikasi yang mungkin dialami kehamilan dengan plasenta previa adalah:
Perdarahan
Salah satu masalah terbesar plasenta previa adalah adanya perdarahan yang hebat baik terjadi sebelum atau selama persalinan hingga beberapa jam setelah melahirkan.

Setelah persalinan harus dipastikan tidak ada perdarahan banyak karena otot padda segmen bawah rahim yang tipis kurang mampu menjepit pembuluh darah yang terbuka setelah plasenta dilahirkan.

Perdarahan hebat dapat menyebabkan syok hingga kematian ibu. Perdarahan banyak sering kali membutuhkan transfuse darah.

Kelainan prematur

Perdarahan hebat dapat terjadi saat kehamilan masih belum cukup bulan. Hati-hati jika kehamilan telah menginjak bulan ke 7-8. Adanya gangguan pada plasenta seperti kontraksi rahim, tindakan mengangkat berat atau naik turun tangga, dan hubungan intim dapat menyebabkan perdarahan.
Jika terjadi perdarahan banyak membutuhkan tindakan emergensi operasi sesar. Apabila terjadi tindakan sebelum cukup bulan maka ada resiko bayi premature seperti distress pernafasan (bayi sesak) karena paru-paru belum matang, berat janin kurang, anemia bayi karena perdarahan banyak.

Plasenta akreta

Letak plasenta di segmen bawah rahim dapat mengakibatkan plasenta berimplantasi / menempel dalam dan kuat pada dinding rahim. Masalahnya adalah segmen bawah rahim merupakan daerah yang sempit dan ketebalan otot rahim yang tipis.

Sehingga sering terjadi perdarahan hebat dan kadang membutuhkan tindakan pengangkatan rahim (histerektomi) untuk menyelamatkan nyawa ibu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hiperemesis Gravidarum

Fakta dan Mitos Kanker Otak Ternyata Ada Yang Berbeda